Pohon Tabebuya

Oleh Administrator adminblh

Senin, 12 Februari 2024


Pohon ini menurut Grose (2007) bukan lagi bagian dari genus Tabebuia, melainkan memiliki genus sendiri. Spesies ini memiliki tajuk yang tidak begitu rindang dan renggang (Gambar 4.25), dengan cabang-cabang yang menjulang ke atas. Daun-daunnya bersifat majemuk genap, terdiri dari sejumlah anak daun berbentuk jorong dengan ujung yang meruncing. Daunnya berwarna hijau tua dengan permukaan yang halus. Bunga-bunga tabebuya kuning berbentuk terompet, besar, dan memiliki kelopak berwarna kuning cerah. Bunga ini mengeluarkan aroma yang khas. Batang tabebuya kuning memiliki kulit batang yang kasar dengan warna abu-abu kecoklatan.

Tabebuya bukanlah pohon asli Indonesia, melainkan berasal dari Amerika Selatan yang telah diintroduksi ke Asia. Spesies ini umum ditanam untuk penghijauan karena dapat tumbuh dengan cepat dan tajuknya teduh serta bunganya menawan sehingga dapat mempercantik lanskap perkotaan. Secara etimologis, arti nama pohon ini adalah “kayu semut” yang diambil dari bahasa asli pedalaman Amerika Selatan. Hal ini dikarenakan saat disentuh pada batangnya, akan memberi efek seperti berpasir dan juga batangnya banyak terdapat rekahan-rekahan yang menjadi habitat serangga seperti semut. 

 

Referensi:

Grose, S. O. & Olmstead, R. G. (2007). Taxonomic revisions in the polyphyletic genus Tabebuia s. I.(Bignoniaceae). Systematic Botany, 32(3), 660-670.