Profil Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Kota Surakarta Tahun 2012

Oleh Administrator


Jumat, 27 November 2015


Profil Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Kota Surakarta Tahun 2012

THU, 07/10/2014 - 08:44 ADMIN

Isu perubahan iklim saat ini telah menjadi bagian dari pembangunan Indonesia, terutama sejak Pemerintah telah berkomitmen untuk menurunkan emisi 26% dengan upaya sendiri dan 41% dengan bantuan internasional. Upaya penurunan emisi nasional ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan peran serta pemerintah daerah untuk bersama-sama memerangi ancaman perubahan iklim global. 
 
Dalam upaya mengurangi emisi GRK nasional, sesuai dengan ketentuan pada Perpres No.71 tahun 2011 tentang Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional maka Provinsi dan Kabupaten/Kota juga diwajibkan untuk melakukan inventarisasi gas rumah kaca. Kota Surakarta telah menyusun dokumen inventarisasi GRK tahun 2008 sebagai dokumen inventarisasi GRK pertama. Untuk mengetahui status dan tingkat emisi GRK terkini maka Pemerintah Kota Surakarta juga menyusun laporan inventarisasi GRK tahun 2008-2012 dengan menambahkan sektor pertanian dan kehutanan yang juga berkontribusi sebagai penghasil emisi. 
 
Status emisi GRK Kota Surakarta pada tahun 2008-2012 menunjukkan terjadinya peningkatan total emisi yang dihasilkan. Pertumbuhan emisi tertinggi terjadi pada periode 2010-2011 dengan pertumbuhan emisi sebesar 43%. Pada tahun 2008 total emisi Kota Surakarta sebesar 570.140 ton CO2e. Namun pada tahun 2012 terjadi peningkatan total emisi yang cukup signifikan akibat meningkatnya konsumsi energi pada periode tersebut sehingga mencatatkan emisi sebesar 1.383.284 ton CO2e. 
 
Pada tahun 2012 emisi GRK Kota Surakarta mencapai 1.383.284 ton CO2e yang terdiri dari sektor pengadaan dan penggunaan energi sebesar 1.156.342 ton CO2e; sektor proses dan produk industri sebesar 38 ton CO2e; sektor pertanian, kehutanan dan pemanfaatan lahan mencapai 3.229 ton CO2e; dan sektor pengelolaan limbah sebesar 223.674 ton CO2e. Berdasarkan jenis emisi GRK, emisi CO2 masih merupakan penyumbang terbesar yakni 99,22%, CH4 sebesar 0,77% dan N2O mencapai 0,003%.
 
 
 

Share : Facebook   Twitter





Perizinan LH & PPLH
20-03-2017
AMDAL
19-03-2017
IPLC
19-03-2017
TPS-LB3
16-02-2017
UKL-UPL
14-02-2017
SPPL